Senin, 31 Oktober 2011

Biografi Cristiano Ronaldo

Terlahir dengan nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, lahir pada tanggal 5 Februari 1985 di Funchal adalah seorang pemain sepakbola berkebangsaan Portugal. anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (”Ronaldo”) relatif

langka di Portugal. Saat ini ia bemain di klub Real Madrid di posisi sayap kiri.

Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal. Dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.

Nominal gajinya di klub profesional pertamanya, Sporting Lisbon tidak ada apa – apanya sebelum pindah ke Inggris. Kini ia mampu menghasilkan 100 kali lipat gaji di Sporting Lisbon dalam satu pekan karena gajinya di Old Trafford mencapai 40 ribu euro (Rp 470 juta).

Ia memulai karir internasionalnya dengan membela tim nasional Portugal sejak tahun 2003. Cristiano Ronaldo mulai bermain sepakbola pada saat usianya tiga tahun. Tim favoritnya ketika masih muda adalah SL Benfica. Ia bermain untuk pertama kalinya dengan tim amatir, Andorinha, ketika usianya 8 tahun. Tahun 1995, reputasi Cristiano Ronaldo sudah berkembang di Portugal.

Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.

Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.

Ronaldo memulai debut pertamanya bersama Sporting saat melawan Moreirense dan menghasilkan skor dua gol. Ia juga menjadi fitur Portugal dalam kejuaraan UEFA Under 17.

Penampilannya di kejuaraan UEFA Under 17 membawa perhatian sepakbola dunia. Yang pertama kali melihat penampilan Ronaldo adalah manajer Liverpool F.C, Gérard Houllier. Tetapi Liverpool menolaknya karena Ronaldo masih terlalu muda dan memerlukan waktu untuk berkembang menjadi pemain sepakbola yang terkenal.

Pada tahun 2003, Ronaldo mendapat perhatian dari Sir Alex Ferguson, ketika Sporting mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 di inagurasi Alvalade XXI di stadium Lisbon.

Ferguson memutuskan menginginkan pemain muda untuk timnya, Ronaldo menandatangani kontrak dengan harga £12.24 juta. Debut pertamanya dengan Manchester United (MU) adalah pada saat melawan Bolton Wanderers di menit ke-60 di stadium Old Trafford dengan kemenangan MU 4-0.

Debut karir internasionalnya yaitu pada bulan Agustus 2003 saat Portugal melawan Kazakhstan. Di pembukaan Euro 2004, Portugal kalah dari Yunani dengan hasil 2-1. Pada saat semifinal melawan Belanda, Ronaldo menciptakan gol pertamanya dengan hasil akhir 2-1 kemenangan bagi Portugal.

Ronaldo menghantarkan Portugal ke Olimpiade Musim Panas 2004, dan ia menjadi skor tertinggi nomor dua fi Kualifikasi Piala Dunia FIFA di zona Eropa dengan 7 gol. sampai tanggal 17 Juni 2005, skor Ronaldo adalah 11 gol dalam 25 pertandingan untuk Portugal.

Dari itu saja level kehidupan Ronaldo sudah meningkat dratis, padahal secara karir ia baru lahir ke dunia sepakbola selama tiga setengah tahun. Kalau tidak digaet MU pada musim panas 2003, mungkin saja nasib pria setinggi 184 cm ini tidak seperti sekarang.

Ronaldo muda adalah seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Tapi Ronaldo muda juga begitu narcis, serakah, dan egois. Kalau sudah keasyikan, ia suka lupa pada rekan-rekan setimnya.

Namun Ronaldo juga bisa belajar, baik dari bertambahnya usia, pengalaman, dan didikan Fergie. Ronaldo yang sekarang adalah Ronaldo yang sudah lebih tahu bagaimana bermain untuk tim. Yang tidak berbeda adalah Ronaldo yang sekarang tetaplah pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, empunya gocekan-gocekan hebat.

Suksesnya di dalam stadion juga telah merambah ke luar lapangan. Dengan wajah ganteng dan bodi yang seksi, lelaki bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu mulai digila-gilai orang di seluruh dunia — lebih-lebih kaum hawa. Karena sudah jadi milik publik, kerap mengikuti acara-acara publik, dan sering dipublikasikan media, maka status selebritis sudah disandang Ronaldo.

Teman-teman dan ruang lingkup pergaulannya pun makin dekat dengan dunia entertainment. Gosip kedekatan Ronaldo dengan beberapa aktris terus jadi santapan empuk tabloid-tabloid kuning. Ia pernah menjalin hubungan khusus dengan presenter TV Spanyol Merche Romero, lalu model bernama Jordana Jardel. Belakangan ia sedang diisukan dekat dengan bintang TV Inggris Gemma Atkinson, serta “mengincar” artis-artis “bening” lain seperti Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, dan Ali Bastian.

Begitulah. Kehidupan Ronaldo — namanya diambil dari eks Presiden AS Ronald Reagen, karena sang ayah mengidolakannya sebagai aktor, bukan politisi — terus bergulir seiring dengan waktu, yang akan membawanya entah ke mana suatu hari nanti. Mungkin di akhir musim ia menjadi seperti yang diprediksikan legenda MU Bryan Robson sewaktu bertandang ke Jakarta belum lama ini, bahwa ia berpeluang meraih predikat Player of the Year. Atau lebih hebat lagi seperti ramalan Alex Ferguson, bahwa Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia.
DATA LENGKAP CRISTIANO RONALDO

Nama : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro

Lahir : Funchal, Portugal 5 Februari 1985

Posisi : Sayap Kiri/Kanan, Foward

Klub : Manchester United, Real Madrid (sekarang)

Nomor Punggung : 9

Karir :

* Klub Andorinha

* Klub CD Nacional (1995)

* Klub Sporting CP, 25 games, 3 gol (1999 – 2003)

* Manchester United, 134 games, 36 gol (2003 – 2009)

* Tim Nasional Portugal, 48 games, 19 gol (2003 – sekarang)

* Real Madrid, 7 games, 6 gol(2009-sekarang)

Penghargaan :

* Liga Premier FA, Manchester United (2006 – 2007)
* Piala FA, Manchester United (2004)
* Piala Liga Sepakbola, Manchester United (2006)
* Community Shield, Manchester United (2007)
* Pemain Terbaik PFA 2007
* Pemain Muda Terbaik PFA 2007
* Pemain Favorit Terbaik PFA 2007
* Tim Terbaik PFA Premiership (2005-2006,2006-2007)
* Penghargaan dari Asosiasi Football Writers’ (2007)
* Barclays Player of the Season (2006-2007)
* Barclays Player of the Month (November 2006, Desember 2006)
* PFA Fans’ Player of the Month (Oktober 2006, Februari 2007)
* Pemain Terbaik Manchester United (2006-2007)
* Pemain Terbaik Sir Matt Busby (2006-2007)
* Pemain Terbaik Portugal (2007)
Read More--> Biografi Cristiano Ronaldo

Real Madrid Tahun 2000-Sekarang

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan orang yang berkesempatan menjadi Presiden El Real yang sekarang adalah pengusaha Florentino Perez.[18] Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji pemilu utama yang mendorong Pérez kepada kemenangan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid yaitu Barcelona. Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai "Los Galácticos" dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raul dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid di tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental di tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga di tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006 sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih piala satupun.
Ramon Calderon kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatovic sebagai direktur olahraga yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut Capello langsung dipecat. Pada musim 2007-08, Si Putih kemudian memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman Bernd Schuster. Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Perez kembali naik menjadi presiden Real Madrid. Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaka dari AC Milan dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pounds.


Serba-serbi klub  

Lambang dan kostum
Lambang klub pertama Real Madrid memiliki desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai "MCF" yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908 ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran. Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai presiden klub Pedro Parages datang pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid yaitu "Real" yang diterjemahkan secara bebas sebagai "Royal" yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama "Real Madrid". Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol. Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region of Castile. Pada tahun 1941, dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol, simbol dan tulisan "Corona Real" atau "Royal Crown" yang sempat dihilangkan kemudian dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile. Selain itu dibagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub itu kembali disebut Real Madrid Club de Futbol. Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan mengstandarisasi bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru agak cerah.

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk kategori kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub) tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagii. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap. Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902. Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada tanggal 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.

Warna tradisional Real Madrid untuk kostum tandang adalah hitam atau terkadang ungun. Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998. Pertama kaus Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982-83, 1983-84 dan 1984-85. Setelah itu, klub itu disponsori oleh Parmalat dan Otaysa sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992. Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub. Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.
 Sponsor Dan Pemasok Kostum
 
Stadion

Setelah pindah kandang ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912 yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun, klub kemudian pindah rumah ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal ini merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, pertandingan Real Madrid pindah rumah ke Estadio Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United. Pada stadion ini yang memiliki kapasitas 22.500 penonton, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama. Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu sebagai presiden klub ia kemudian memutuskan bahwa Chamartín Estadio tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947. Stadion ini adalah Stadion Santiago Bernabéu seperti yang kita kenal saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955. Pertandingan pertama yang diadakan pada Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses dan dimenangkan oleh Si Putih dengan 3-1, gol pertama yang dicetak oleh Sabino Barinaga.
Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953 seiring renovasi yang dilakukan sehingga membuat kapasitas penontonnya memuncak menjadi 120.000 penonton. Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion salah satunya menutup tempat menonton berdiri pada 1998-99 seiring peraturan UEFA. Perubahan terakhir adalah peningkatan sekitar lima ribu kursi sampai kapasitas 80.354 penonton dilakukan pada tahun 2003. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang bisa dibuka juga telah diumumkan kepada publik.
Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia diantaranya Final Piala Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Champions atau Final Liga Champions tahun 1957, 1969, 1980 dan 2010. Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu. Pada tanggal 14 November 2007, Bernabeu telah berhasil mendapatkan status sebagai Stadion Sepakbola Elite oleh UEFA.
Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stefano diresmikan di Kota Madrid dimana Real Madrid biasanya berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan antara Real Madrid dan Stade Reims, sebuah pertandingan ulang dari Final Piala Champions 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan 6-1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion sendiri diambil dari mantan bintang Madrid Alfredo Di Stefano
Stadion Real Madrid
 
 Pendukung
Hampir di setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Bernabeu paling dominan atau mayoritas diisi oleh pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang. Untuk menjadi pemegang tiket langganan permusim ini, Anda harus bergabung ke fans club resmi klub atau biasa disebut socio. Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub yang tersebar baik di Spanyol atau dunia. Real Madrid sendiri memiliki jumlah rata-rata penonton di stadion setiap kali bertanding sekitar 65.000 orang. Pencapaian terbaik diraih di musim 2004-05 saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili. Dalam beberapa kesempatan, sering kali ada ocehan-ocehan rasis dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang kemudian membuat UEFA melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus ini.
Read More--> Real Madrid Tahun 2000-Sekarang

Sejarah Club Sepakbola Real Madrid F.C

Royal Madrid Football Club; atau biasa dikenal dengan nama Real Madrid saja) adalah sebuah klub sepak bola profesional yang berbasis di kota Madrid, Spanyol. Tim ini didirikan pada 6 Maret 1902. Real Madrid telah bermain di Divisi Utama Liga Spanyol (Primera División) atau yang dikenal sebagai La Liga sejak awal kompetisi ini dimulai, yaitu pada tahun 1928. Bersama FC Barcelona dan Athletic Bilbao, klub ini menjadi salah satu klub yang belum pernah terdegradasi ke divisi bawah. Klub ini pada awalnya bernama Madrid Club de Fútbol, namun diizinkan menggunakan gelar Real setelah Raja Alfonso XIII dari Spanyol memberikan izin resmi kepada klub tersebut pada Juni 1920.
Klub ini merupakan klub tersukses di Spanyol berdasarkan jumlah trofi juara yang telah mereka raih. Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Gelar yang telah mereka dapatkan, antara lain: 31 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 9 gelar Piala Champions/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA, 1 Piala Super Eropa, dan 3 Piala Interkontinental.
Kostum tradisional Madrid adalah putih-putih, sehingga dijuluki Los merengues (Tim putih). Stadion kandangnya adalah Stadion Santiago Bernabeu yang berkapasitas 80.354 penonton. Real Madrid sendiri memiliki rivalitas cukup sengit terutama dengan Barcelona (dikenal sebagai El Clásico) dan klub sekota Atletico Madrid (dikenal sebagai Derbi Madrid—El Derbi madrileño).
Sejak beberapa tahun terakhir, Real Madrid dikenal sebagai tim yang gemar membeli pemain-pemain terbaik dunia, sehingga diberikan julukan baru, yaitu Los Galácticos


Sejarah 
Awal mula (1902–1945)
Awal mula Real Madrid bisa dilihat kembali ke saat sepakbola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang didalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902. Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao di final Copa del Rey. Klub menjadi salah satu sisi pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian asosiasi sepak bola Spanyol. Dengan beberapa alasan klub ini kemudian pindah ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912. Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real (Royal/kerajaan) kepada klub ini.
Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin liga musim pertama sampai pertandingan terakhir, ketika saat itu mereka secara mengejutkan kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah didepan mata terbang ke Barcelona. Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka di musim 1931-32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya di tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.  
 Foto bersejarah Real Madrid di musim 1905-06
 
Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945–1978)
Santiago Bernabeu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1945. Dibawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stefano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola eksibisi dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa yang kemudian nantinya turnamen ini menjadi dasar dari Liga Champions Eropa saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu bahwa Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola kedua Spanyol dan Eropa. Klub memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, yang diantaranya adalah kemenangan 7-3 atas klub Jerman Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA (badge of honour). Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2-1 di final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini lantas dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas Beatles. Generasi Ye-ye juga berhasil menjadi runner-up Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid lantas bermain di final Piala Winners UEFA pertama pada tahun 1971 dan kalah 1-2 dari klub Inggris Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia sedang dimainkan di Argentina. Federasi Internasional Asosiasi Sepakbola (FIFA) menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Tropi Santiago Bernabeu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
Santiago Bernabeu Yeste, presiden tersukses dalam sejarah Real Madrid.:  
 
Naik turun, generasi Quintta del Buitre dan Piala Eropa ketujuh (1980–2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju keatas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre ("Vulture's Cohort"), yang berasal dari julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueno. Empat anggota lainnya adalah Manuel Sanchis, Martín Vázquez, dan Miguel Pardeza dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti kiper Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo dan striker Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan, mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Martín Vázquez, Emilio Butragueno dan Míchel meninggalkan klub.
Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatovic, Davor Suker dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke final Liga Champions dan mengalahkan Juventus 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatovic.

Read More--> Sejarah Club Sepakbola Real Madrid F.C